Kaidah Kebahasaan Cerpen

 


Berikut ini terdapat beberapa kaidah kebahasaan cerpen, antara lain:


  • Memuat kata sifat yang mendeskripsikan pelaku seperti penampilan fisik juga kepribadian tokoh yang diceritakan dalam cerpen, seperti misalnya sosoknya tinggi atau perawakannya gagah, rambutnya beruban dan sifat tokoh lainnya.
  • Memuat kata keterangan untuk mendeskripsikan latar waktu tempat dan suasana, sebagai contoh misalnya: di pagi hari yang cerah, di kebun bambu yang rimbun dengan dedaunan dan lain sebagainya.
  • Menggunakan kalimat langsung dan juga tidak langsung untuk penulisan dalam percakapan di dalam cerpen
  • Bisa menggunakan gaya bahasa yang bersifat konotasi seperti misalnya : pucuk langit, memanggang bus, bajing loncat dan mulut terminal.
  • Bahasa yang digunakan  tidak baku dan tidak formal.
  • Bisa menggunakan gaya bahasa Perbandingan, pertentangan, pertautan maupun perulangan.


Komentar

Postingan Populer